Nilai Tukar Rupah Menguat Pada Selasa Pagi

Nilai Tukar Rupah Menguat Pada Selasa Pagi

78
0
SHARE

Nilai Tukar Rupah Menguat Pada Selasa PagiAnalisaToday – Rupiah tidak mampu meningkat dari 13.700 terhadap dolar AS pagi ini, diperdagangkan pada 13.712 pukul 10 pagi, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dari koreksi kemarin, menetap di dekat level psikologis 4.500 pada pembukaan Selasa.

Indeks acuan naik 1,15 persen menjadi 4,493.25 pada perdagangan awal, karena semua indeks sektoral menguat. Indeks industri dasar memimpin dengan kenaikan 1,92 persen, diikuti oleh indeks sektor manufaktur yang tumbuh 1,19 persen. Pada pembukaan di pasar regional, MSCI Asia Pacific Index menguat 0,8 persen, Selandia Baru S & P / NZX-50 Indeks naik 0,3 persen dan Kospi Korea Selatan naik 1 persen.

Seorang ekonom di Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan akun surplus perdagangan Indonesia pada bulan Oktober gagal mendongkrak rupiah, seperti yang hanya didorong oleh impor lemah – daripada ekspor kuat – menunjukkan permintaan domestik yang lebih lambat.

“Sebaiknya kita hati-hati untuk diskusi Fed terkait dengan acuan suku bunga, serta pertemuan dewan gubernur Bank Indonesia yang digelar hari ini,” kata Josua seperti dikutip kontan.co.id pada Senin di Jakarta.

Dia menyarankan bahwa bank sentral mempertahankan suku bunga acuan bunga di Indonesia, atau BI rate, mengingat resiko eksternal pasar global menurun.

Sementara itu, saham di terbesar pembuat rokok, HM Sampoerna, telah mendaki sejak rights issue jumbo terakhir, dengan prospek pasar suram yang tampaknya memiliki sedikit efek pada saham-perdagangan perusahaan. Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Janelle mengatakan bahwa harga saham perusahaannya telah mendapatkan kecepatan sejak rights issue, yang telah lebih jauh disegel posisi HM Sampoerna sebagai perusahaan terbesar dengan kapitalisasi pasar Rp 456 triliun (US $ 33480000000) pada November 11.

Perusahaan tembakau mulai melepaskan 269.700.000 saham baru pada 26 Oktober, dan harga sahamnya diperdagangkan turun sekitar 9 persen menjadi Rp 88.700 pada penutupan hari itu, dari Rp 98.100 sehari sebelum, menurut data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan menawarkan saham baru sebesar Rp 77.000, setelah sebelumnya mengukur permintaan dengan harga maksimal Rp 99.000.

(Reshie Fastriadi)