Nilai Tukar Rupiah 6 Maret 2017 Menguat

Nilai Tukar Rupiah 6 Maret 2017 MenguatNilai Tukar Rupiah pada dolar Amerika Serikat (USD) pada awal minggu ini, Senin (6/3/2017) bergerak menguat. Rupiah di indeks Bloomberg, di buka naik 17 poin ke Rp13. 366 per USD.

Mengakhiri perdagangan Jumat (3/3/2017), rupiah selesai pada posisi Rp13. 383/USD dengan gerakan harian Rp13. 365-Rp13. 397/USD.

Sesaat kurs Yahoo Finance, rupiah pada Senin ini di buka berotot 22 poin atau juga 0, 16% ke level Rp13. 358 per USD. Sesudah pada Jumat di akhir minggu, lebih buruk di level Rp13. 380 per USD.

Data bersumber dari Limas tunjukkan rupiah pada Senin ini ada di level Rp13. 353 per USD atau juga terapresiasi 37 poin dari posisi Jumat di level Rp13. 390/USD.

Kurs rujukan Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia pada Senin (6/3) ada di level Rp13. 364 atau juga terapresiasi 11 poin dari posisi Jumat (3/3) di level Rp13. 375 per USD.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyampaikan rupiah hari ini bergerak condong menguat lantaran sentimen The Fed berangsur menyusut bersamaan sikap bank sentral AS yang begitu waspada dalam memutuskan menambah suku bunga. Terlebih penilaian mereka pada data ketenagakerjaan AS.

Sikap prudent dari The Fed bikin dolar AS kembali turun di perdagangan Asia pada Senin ini.

Lantaran investor sudah mengambil keuntungan sesudah kenaikan greenback pada minggu lantas.

Mengutip dari CNBC, Senin (6/3/2017), indeks USD yang mencari greenback pada sekeranjang mata uang paling utama melemah ke 101, 43 DXY sesudah minggu lantas ada di level 102.

Hal semacam ini bikin yen menguat pada USD ke level ¥113, 83 atau juga terapresiasi 0, 2% dari posisi Jumat di ¥ 114, 75 dan juga dolar Australia ada di level 0, 7583 per USD.

Melansir dari Reuters, Senin (6/3/2017), pelaku pasar juga selalu mengawasi perkembangan di Korea Utara, di mana saat pagi ini, Korut menembakkan empat rudal balistik, di mana tiga mendarat di zona ekonomi exclusive Jepang.

Dan juga perkembangan politik AS juga menghimpit dolar, di mana pada Sabtu tempo hari, bekas Presiden AS Barack Obama masihlah belum move on, lantaran dikira memerintahkan penyadapan pada Presiden AS sekarang ini Donald Trump pada saat kampanye 2016.