Nilai Tukar Rupiah 9 Mei 2017 Melemah Tipis

Nilai Tukar Rupiah 9 Mei 2017 Melemah TipisNilai tukar rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada awal perdagangan Selasa minggu ini. Tetapi sebentar sesudah ketentuan pengadilan yang menjatuhkan hukuman pada Basuki Tjahaja Purnama atau juga Ahok penjara dua th., rupiah tertekan.

Berdasar pada Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Selasa (9/5/2017), rupiah dibanderol di angka 13. 317 per dolar AS, menguat bila dibanding patokan perdagangan terlebih dulu yang ada di angka 13. 324 per dolar AS.

Sedang berdasar pada data KursDollar.co.id, rupiah di buka di angka 13. 319 per dolar AS, melemah bila dibanding dengan penutupan perdagangan terlebih dulu yang ada di angka 13. 295 per dolar AS.

Pada jam 11. 00 WIB, rupiah selalu tertekan sampai menyentuh angka 13. 342 per dolar AS. Tetapi lalu kembali menguat di kisaran 13. 330 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Farial Anwar menerangkan, Dolar AS memanglah tertekan di Asia dalam dua hari paling akhir. Jadi tidak heran bila rupiah selalu menguat. Pelemahan dolar AS ini berlangsung sesudah keluarnya hasil penentuan presiden Prancis.

Calon berdiri sendiri Emmanuel Macron memenangkan putaran ke-2 penentuan presiden Prancis. Macron jauh menaklukkan capres dari partai sayap kanan, Marine Le Pen, dengan perolehan nada 65, 6 % melawan 34, 5 %.

Macron bakal jadi presiden termuda pertama di Prancis di usianya yang baru 39 th.. Ia juga juga jadi orang pertama Negeri Model dari ” luar ” dua partai tradisional sejak 1958.

Diluar itu, rupiah juga selalu menguat karna ada aliran dana asing ke Indonesia. Aliran dana asing itu masuk ke pasar modal dan juga juga obligasi. tampak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif dari awal minggu tempo hari.

” Investor lihat kalau prospek ekonomi Indonesia cukup cerah yang akan datang, oleh karenanya mereka masuk, ” terang dia pada Liputan6. com.

Tetapi memanglah, sebentar sesudah ketentuan sidang Ahok, sebagian pihak mengambil peluang hingga rupiah sedikit tertekan. Oleh karenanya, Farial lihat kalau desakan pada rupiah itu sifatnya bukanlah fundamental dan juga bakal selesai dengan selekasnya.