Nilai Tukar Rupiah di Jakarta Melemah Pada Rabu Pagi

Nilai Tukar Rupiah di Jakarta Melemah Pada Rabu Pagi

36
0
SHARE

Nilai Tukar Antar Bank di Jakarta Melemah Pada Rabu PagiAnalisaTodayNilai tukar rupiah antar Bank di Jakarta, Rabu pagi melemah sebesar 7 poin menjadi Rp 13.159 per dolar AS dari Rp 13.152.

“Rupiah terus terdepresiasi terhadap dolar menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Pasar akan memperhatikan indikasi pada kenaikan suku bunga (Fed) dana Federal Reserve AS, “kata analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Rabu.

Sebagai pelaku pasar menunggu hasil pertemuan FOMC, analis mengatakan, mereka cenderung untuk menahan transaksi. Hal ini mengakibatkan volume perdagangan pasar keuangan domestik menurun.

“Kekurangan sentimen positif dan investor pasar keuangan yang cenderung ‘wait and see’ kebijakan The Fed telah menyebabkan pelaku pasar untuk mengambil posisi aman dengan mengumpulkan ‘safe haven’ aset,” kata Lukman.

Dia mengatakan bahwa berharap Bank Indonesia (BI) bisa mencegah rupiah dari fluktuasi terlalu banyak karena hal ini bisa memicu kekhawatiran di kalangan pebisnis. NH Korindo Securities Indonesia kepala riset Reza Priyambada mengatakan dolar AS telah menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah, karena harga minyak mentah internasional telah menurun lagi.

Namun, kata dia, diharapkan bahwa (ECB) rencana Bank Sentral Eropa untuk sekali lagi memberikan stimulus ekonomi untuk Eropa bisa memberikan dampak positif terhadap euro, yang akhirnya bisa menopang rupiah.

Reza lebih lanjut mengatakan aliran setengah dana infrastruktur diharapkan bisa mengangkat optimisme pelaku pasar ‘terhadap perekonomian domestik sehingga instrumen investasi domestik akan menjadi menarik lagi bagi investor.

Harga mata uang dan saham Indonesia menguat pada Selasa meskipun keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap pada 7,5 persen. Mata uang telah jatuh lebih dari 5 persen terhadap dolar tahun ini, pemain terburuk di antara mata uang utama Asia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan Selasa bahwa bank akan melonggarkan kebijakan pinjaman dan memperkenalkan kebijakan baru pada semester pertama tahun ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang turun menjadi 4,7 persen tahun-ke-tahun (yoy ) pada kuartal pertama tahun ini.

(Reshie Fatriadi)