Nilai Tukar Rupiah Melemah di Perdagangann Senin

Nilai Tukar Rupiah Melemah di Perdagangann Senin

33
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Melemah di Perdagangann SeninAnalisaTodayNilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Senin pagi sebesar lima poin menjadi Rp 13.163 per dolar AS dari Rp 13.158.

“Rupiah melemah, sementara mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dolar. Tampaknya sentimen internal yang negatif menghentikan rupiah bergerak ke wilayah positif,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa inflasi akan tetap tinggi Mei bisa menjadi salah satu alasan rupiah telah terdepresiasi lagi. Rangga mengatakan bahwa pasar keuangan juga tetap khawatir dengan pernyataan Federal Reserve AS (Fed) kursi Janet Yellen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.

“Yellen mengatakan dalam pidatonya bahwa kenaikan suku bunga Fed masih akan terjadi tahun ini jika kondisi ekonomi AS terus membaik,” katanya.

Analis pasar keuangan Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa meskipun Fed tidak mengumumkan kapan tepatnya akan meningkatkan laju rupiah. Selama tidak ada kepastian dari The Fed untuk menaikkan suku bunga, rupiah kemungkinan akan terus terdepresiasi, katanya.

Secara psikologis, analis mengatakan, sentimen tersebut pasti akan mengakibatkan pelaku pasar keuangan mengumpulkan mata uang asing yang dianggap efektif untuk menjaga nilai aset. Dalam hal ini, dolar AS adalah yang paling populer di kalangan investor.

Sementara itu, setelah mengamankan dan mengelola hak atas Blok Mahakam yang berharga, Pertamina BUMN akan meminta pemerintah untuk memberikan pelayanan perusahaan blok lainnya.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya akan membuat permintaan dalam waktu dekat, dan bahwa tindakan itu adalah bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan pangsa produksi minyak dan gas nasional.

“Kami akan mencoba untuk mendapatkan dan mengoperasikan blok besar. Kami juga mencari blok kecil. Namun, kita mungkin akan menempatkan mereka di bawah skema KSO dengan perusahaan swasta nasional,” kata Dwi.

Dwi merujuk kerjasama secara lokal dan menyebutnya Kerja Sama Operasi, di mana Pertamina memiliki blok tapi menyerahkan manajemen untuk perusahaan mitra. Saat ini ada 32 blok migas akan berakhir pada tahun 2024.

(Reshie Fastriadi)