Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Kamis Pagi

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Kamis Pagi

25
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Kamis PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan Rupiah antar bank di sesi pembukaan Kamis melemah sebesar 14 basis poin menjadi Rp 13.315 per dolar dari Rp 13.301 per dolar dalam perdagangan sebelumnya. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa kurs rupiah bergerak ke bawah ke level Rp 13.000 per dolar.

Rupiah melemah bersama-sama dengan mata uang utama lainnya di kawasan Asia sebagai tanggapan terhadap ketiadaan kesepakatan untuk menyelesaikan krisis utang Yunani, katanya.

“Negosiasi antara Yunani dan donatur belum mencapai titik pertemuan,” kata Rangga seperti dikutip kantor berita Antara.

Ia mengatakan, rupiah akan terus menghadapi tekanan selama kesepakatan dicapai untuk penyelesaian masalah utang Yunani. Pembicaraan panjang tentang krisis utang Yunani telah memberikan tekanan ke pasar keuangan di negara-negara berkembang.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa respon yang baik dari investor untuk sekuritas pemerintah telah menjadi sentimen positif bagi rupiah di masa depan.

Direktorat Jenderal pembiayaan dan manajemen risiko di Kementerian Keuangan diungkapkan kepada pers bahwa pemerintah harus ada dana sebesar Rp 18 triliun dari lelang lima seri keamanan pemerintah untuk menambah anggaran negara yang dari jumlah penawaran Rp 40 triliun. Hasil lelang melampaui target yang hanya Rp 12 triliun.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ketua Franky Sibarani mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah, yang baru-baru ini berada di atas Rp 13.000 per dolar AS, tidak menimbulkan masalah yang signifikan bagi investor.

“Pada pertemuan, kami meminta [investor] apa yang mereka pikirkan tentang nilai tukar rupiah, yang berdiri di sekitar Rp 13.000 per dolar. Mereka selalu mengatakan: “Ini bukan masalah ‘,” katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu.

Melemahnya rupiah, Franky mengatakan, telah berdampak di sektor ekspor. Dalam kunjungannya ke dua proyek investasi di Jawa Tengah pada tanggal 22 Juni, kepala BKPM mengatakan ia telah menyaksikan tangan pertama bahwa kinerja rupiah tidak mempengaruhi dua sektor, yaitu komponen otomotif dan perikanan.

(Muhammad Rizal)