Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Rabu Pagi

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Rabu Pagi

70
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Rabu PagiAnalisaTodayNilai tukar rupiah pada perdagangan Senin pagi melemah sebesar 18 poin menjadi Rp 13.205 per dolar AS dari Rp 13.187.

“Rupiah sudah terbalik ke area negatif setelah dihargai pagi ini. Kemungkinan bahwa melemahnya rupiah adalah karena sentimen dari pernyataan Janet Yellen (Federal Reserve AS), yang yakin tentang kenaikan suku bunga dana Fed tahun ini,” ucap Ariston Tjendra kepala riset Monex Investindo Futures.

Dia mengatakan dolar AS juga mendorong setelah data inflasi inti AS meningkat di atas estimasi pada bulan April. Analis lebih lanjut mengatakan beberapa bagian lain dari data ekonomi AS yang akan dirilis minggu ini akan menjadi driver dari pasar keuangan. Ini termasuk pesanan barang tahan lama US. Data survei tingkat Mei dan data penjualan rumah baru bulan April juga meningkat.

“Pasar memperhatikan data yang diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Data AS yang negatif dapat menopang rupiah di masa depan,” kata Ariston.

Sementara itu, analis pasar keuangan Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan, nilai tukar rupiah telah menjadi cukup stabil. Optimisme pemerintah bahwa hal itu bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi sudah tenang. Rully mengatakan peringkat lembaga Standard & Poor (S & P), yang melihat tingkat utang Indonesia dengan cukup pandangan positif, akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama sesi perdagangan akhir Selasa bersama dengan arus masuk dana asing yang terjadi di pasar saham domestik. IHSG menguat 32,54 poin atau oleh 0,61 persen menjadi 5,320.90, sementara indeks 45 saham paling likuid atau LQ45 naik 6,83 poin oleh (0,74 persen) ke 927,75..

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa pelaku pasar asing membukukan laba bersih asing sebesar Rp 132.540.000.000 (US $ 10.070.000), Selasa.

Satrio mengatakan, bagaimanapun, bahwa apresiasi indeks yang masih dalam jangka pendek sebagai sinyal Dow Jones masih cenderung negatif dan situasi dapat mempengaruhi pasar saham di Asia.

Secara teknis, kata dia, IHSG masih memiliki potensi untuk didorong turun lebih lanjut ke bawah level 5.300 poin, tapi setelah itu, potensi indeks untuk menghargai lebih tinggi dari tingkat saat ini cukup terbuka.

(Reshie Fastriadi)