Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Rabu Pagi

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Rabu Pagi

21
0
SHARE

AnalisaTodayNilai tukar rupiah melemah 65 poin menjadi Rp 14.398 dari Rp 14.333 per dolar AS pada Rabu Pagi. Rully Nova dari Bank Himpunan Saudara, di Jakarta, Selasa bahwa Indonesia melihat surplus perdagangan pada bulan Agustus, tapi itu belum mampu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS karena pelaku pasar masih fokus pada rencana Federal Reserve AS untuk meningkatkannya suku bunga.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus adalah surplus US $ 433.800.000, yang dihasilkan dari surplus di sektor non-migas dari $ 1010000000 dan defisit di sektor minyak dan gas $ 580.000.000.

“Para pelaku pasar merespon netral terhadap kinerja neraca perdagangan Indonesia. Kami berharap The Fed akan membuat keputusan segera,” kata Rully seperti dilansir kantor berita Antara.

Jika Fed meningkatkan suku bunga, nilai tukar rupiah bisa melemah ke Rp 15.000 per dolar AS, tapi itu hanya akan bersifat sementara karena pelaku pasar akan melihat kembali pada fundamental ekonomi Indonesia.

“Fundamental prospek pertumbuhan ekonomi acara di Indonesia, menyusul percepatan belanja modal pemerintah pada pembangunan infrastruktur,” katanya.

Bank Indonesia (BI) juga telah mengambil langkah-langkah, antara lain, untuk mengendalikan volatilitas rupiah dan untuk menjaga kepercayaan pasar dalam sekuritas pemerintah melalui pasar sekunder. Bank sentral juga akan mengubah mekanisme penawaran untuk sertifikat deposito BI (SDBI) dari tender variabel-rate untuk tender dengan suku bunga tetap, menyesuaikan SDBI harga dan mengeluarkan enam bulan tender SDBI.

Sementara itu, BI mencatat kurs tengah rupiah telah melemah menjadi Rp 14.371 dari 14.322 terhadap dolar AS.

Perusahaan minyak dan gas Arab Aramco telah berkomitmen untuk berinvestasi US $ 10 miliar pada Indonesia untuk membangun kilang dan sistem penyimpanan dan distribusi.

“Pertemuan dengan Menteri keuangan Arab Saudi membahas niat perusahaan Arab Saudi Aramco untuk membangun kilang dan penyimpanan dan distribusi [sistem] di Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung wartawan di sela-sela pertemuan dengan nomor menteri Arab Saudi pada Sabtu malam.

 

(Reshie Fastriadi)