Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Selasa Sore

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Selasa Sore

26
0
SHARE

Tips Menukar Rupiah Ke Mata Uang Asing Atau Sebaliknya 2AnalisaToday – Rupiah melemah pada Selasa sore dari Rp 14.067 menjadi Rp 14.097 per dolar AS. “Data inflasi Indonesia yang cukup stabil, tidak membantu rupiah menguat. Pelaku pasar masih menunggu data ekonomi domestik lainnya, termasuk pada neraca perdagangan, yang direncanakan akan dirilis pada pertengahan tahun ini,” kata analis PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leon, seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa.

Dia berharap bahwa neraca perdagangan Agustus yang akan merekam hasil yang lebih baik daripada periode sebelumnya sehingga bisa membantu mencegah rupiah dari pelemahan lebih lanjut. Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi mencapai 0,39 persen pada Agustus. Ini adalah inflasi Agustus terendah dalam enam tahun terakhir.

Dengan inflasi Agustus sebesar 0,39 persen, inflasi tahun kalender Januari-Agustus tercatat sebesar 2,29 persen, sedangkan pada tahun-tahun itu berdiri di 7,18 persen. Lukman mengatakan masih ada spekulasi tentang apakah Federal Reserve AS (Fed) akan meningkatkan suku bunga pada bulan September dan ini dikaitkan dengan meningkatnya nilai dolar AS.

“Beberapa pelaku pasar keuangan masih percaya bahwa Fed akan meningkatkan tingkat dana pada bulan September,” kata analis.

Lukman mengatakan bahwa dalam simposium tahunan, Fed wakil ketua Stanley Fischer mengatakan inflasi AS cenderung meningkat dan ini didukung peningkatan bertahap dalam tingkat dana Fed. Dia mengatakan pelaku pasar keuangan juga masih dibayangi perlambatan ekonomi China. Situasi ini bisa membawa dampak negatif untuk perekonomian Asia.

“Kekhawatiran pelaku pasar tentang kesehatan ekonomi China telah menyebabkan pasar keuangan di negara-negara berkembang yang ditekan. China akan menjadi fokus perhatian minggu ini, bersama dengan pernyataan Fed pada suku bunga,” kata Lukman.

(BI) kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah melemah ke Rp 14.081 per dolar AS pada hari Selasa dari Rp 14.027 hari sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke posisi terendah baru selama sesi perdagangan akhir Selasa karena investor melakukan tindakan profit taking dalam mengantisipasi kondisi ekonomi yang lebih baik. IHSG turun 97,14 poin, atau 2,15 persen, ke 4,412.45 pada Selasa sore, sementara indeks 45 saham paling likuid, yang dikenal sebagai LQ45, tergelincir oleh 21,83 poin (2,83 persen) ke 748,97.

“IHSG mengalami koreksi lagi, tapi itu masih dalam kisaran normal,” kata analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya kantor berita Antara.

(Reshie Fastriadi)