Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Senin Pagi

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Senin Pagi

25
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Senin PagiAnalisaTodayNilai tukar rupiah pada Senin pagi melemah sebesar 48 poin menjadi Rp 14.220 per dolar AS, turun dari Rp 14.172.

“Nilai tukar rupiah telah bergerak lagi ke arah negatif setelah data tenaga kerja AS baru-baru ini dirilis menunjukkan hasil yang beragam, menyebabkan ketidakpastian tentang kapan Federal Reserve AS akan meningkatkan tingkat dana,” kata Kepala NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Senin seperti dikutip Antara.

Analis mengatakan Amerika non-farm payrolls meningkat tapi mereka masih di bawah angka perkiraan. Sementara itu, tingkat pengangguran turun pada bulan Agustus. Di sisi lain, kata dia, pelemahan indeks manufaktur di beberapa negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, telah menambahkan sentimen negatif untuk mata uang di negara-negara berkembang.

Di dalam negeri, Reza mengatakan, pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu data neraca perdagangan Indonesia untuk Agustus, yang akan dirilis pada pertengahan September.

“Kekurangan dari kedua sentimen positif domestik dan eksternal telah menyebabkan rupiah terus mengalami tekanan,” kata analis.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa melemahnya nilai tukar domestik akan membuat aset investasi dengan denominasi rupiah kurang menarik dan juga akan mempengaruhi investor asing di Indonesia.

Rangga mengatakan pelaku pasar juga masih menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia, yang akan tersedia minggu ini. Dia menambahkan bahwa meskipun Bank Indonesia telah mengatakan bahwa saat ini cadangan devisa negara cukup aman, penurunan apapun pada cadangan akan membuat investor asing kurang nyaman.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka lebih rendah pada hari Senin, karena pelaku pasar terus mengambil posisi aman dengan menjual saham. IHSG melemah 18,12 poin oleh, atau 0,41 persen, ke 4,397.22 sedangkan indeks LQ45 dari 45 saham yang paling likuid-turun 4,64 poin (0,62 persen) ke 745,20.

“Para pelaku pasar menjual saham mereka lagi dan dengan demikian IHSG melanjutkan tren penurunannya. Tampaknya pelaku pasar lebih suka mengambil posisi aman karena pasar saham eksternal juga mengalami koreksi,” kata Reza Priyambada.

(Reshie Fastriadi)