Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa Pagi

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa Pagi

14
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Rabu PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan Rupiah antar bank naik 10 poin menjadi Rp 13.296 per dolar AS di sesi perdagangan pertama Selasa dibandingkan dalam perdagangan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah menguat bersama dengan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS setelah munculnya harapan baru di zona Euro yang berkaitan dengan krisis utang Yunani,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta seperti dikutip kantor berita Antara.

Dilaporkan bahwa Yunani mengajukan proposal baru dengan perubahan signifikan dekat dengan apa yang diinginkan oleh para kreditur. Namun, investor dimonitor negosiasi antara Yunani dan Troika (Uni Eropa, Europen Central Bank dan Dana Moneter Internasional) sehingga penguatan rupiah cenderung terbatas, kata Rangga.

Kepala unit penelitian Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa para pejabat Eropa menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan membantu Yunani bisa dicapai sebelum pembayaran cicilan utang Yunani ke IMF berakhir pada tanggal 30 Juni 2013.

Menteri Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem, yang memimpin pertemuan tersebut, mengatakan bahwa rencana Yunani merupakan langkah positif. “Oleh karena itu ada harapan untuk hasil positif untuk masalah utang Yunani,” katanya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan nilai tukar rupiah tidak mungkin untuk stabil dalam waktu dekat jika tidak ada upaya untuk melakukan reformasi struktural secara konsisten dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Indonesia harus mampu konsisten dalam melaksanakan reformasi structural. Ada juga harus pengendalian inflasi dan upaya untuk mengelola transaksi berjalan yang sehat,” katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin malam.

Gubernur bank sentral mengatakan rupiah sedang ditekan oleh apa yang disebut fenomena dolar yang super dan situasi bisa lebih buruk jika tidak ada upaya dari pemerintah untuk melanjutkan reformasi, terutama dalam meningkatkan transaksi berjalan negara itu.

Dia mengatakan keberlanjutan reformasi struktural sangat penting karena mata uang yang saat ini depresiasi terhadap dolar AS berasal dari negara-negara dengan defisit miskin saat ini akun, tingkat inflasi yang tinggi dan fundamental ekonomi yang rapuh.

(Reshie Fastriadi)