Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa Pagi

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa Pagi

25
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa PagiAnalisaTodayNilai tukar rupiah sedikit menguat dalam perdagangan antar bank Selasa pagi, menjadi Rp 13.178 per dolar AS dari Rp 13.187 per dolar dalam perdagangan sebelumnya. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan kondisi internal belum cukup untuk mendukung rupiah menguat ke tingkat yang lebih tinggi di tengah minimnya sentimen positif.

“Tingkat inflasi yang akan diumumkan awal pekan depan diperkirakan meningkat, sementara belum ada tanda-tanda perbaikan dalam pencairan anggaran negara pada kuartal pertama karena jauh dari target untuk mencegah kelesuan ekonomi domestik,” Rangga mengatakan seperti dikutip kantor berita Antara.

Di tengah kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, kata dia, dolar AS memiliki potensi untuk memperkuat lebih lanjut terhadap rupiah. Intervensi Bank Indonesia dianggap sebagai satu-satunya cara untuk membantu menjaga stabilitas mata uang domestik.

Kepala unit penelitian NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, bersama pendapat Rangga, mengatakan bahwa pernyataan Gubernur Federal Reserve AS Janet Yellen, yang menyatakan niatnya untuk menaikkan suku bunga acuan The Fed akhir tahun ini, akan terus mendukung dollar.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa tidak adanya kesepakatan pembayaran utang Yunani dan menanggapi pidato Presiden ECB Mario Draghi, yang ditunjukkan kelesuan di zona euro, telah terkena dampak negatif euro, sehingga memberikan jalan bagi penguatan dolar AS terhadap mayoritas global mata uang.

“Saat ini, rupiah masih berfluktuasi, namun investor harus menyadari mundurnya rupiah. Sentimen yang ada tidak cukup kuat untuk mendorong rupiah ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake mengatakan bahwa di tengah kampanye intensif negara untuk menarik lebih banyak investasi, kebijakan perdagangan yang cenderung untuk menakut-nakuti investor.

Komunikasi dan Informasi Kementerian telah mengungkapkan rencana untuk meluncurkan peraturan pada bulan Juni yang akan membutuhkan tingkat tertentu dalam produksi smartphone 4G di pasar domestik pada 2017, membutuhkan pembuat ponsel global untuk membentuk kemitraan dengan perakit lokal dan produsen.

(Muhammad Rizal)