Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa Pagi

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa Pagi

107
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Selasa PagiAnalisaToday – Tingkat tukar rupiah, diperdagangkan diantara bank-bank di Jakarta, diperkuat dengan 26 poin ke Rp 13.414 per dolar dari Rp 13.440 pada Selasa pagi.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa tetap dalam posisi aman meskipun tekanan eksternal yang sedang berlangsung terkait dengan rencana kebijakan normalisasi Federal Reserve AS (Fed).

“Kami akan selalu tetap waspada terhadap tekanan eksternal terhadap rupiah karena salah satu pilar ketahanan ekonomi kita adalah [stabilitas] dari nilai tukar rupiah. Kami berharap Bank Indonesia [BI] dapat menjaga rupiah untuk tinggal di posisi yang aman. Yang paling penting adalah, rupiah seharusnya tidak terlalu ‘undervalued’ atau ‘overvalued’,” katanya seperti dikutip kantor berita Antara, Selasa, kepada wartawan dalam sebuah acara di Jakarta, Senin.

Bambang mengatakan bahwa penguatan dolar tren global saat ini disebabkan oleh sinyal bahwa penyesuaian tingkat dana Fed mungkin terjadi menjelang akhir tahun ini beredar. Saat ini, investor mengantisipasi kemungkinan seperti itu, ia menambahkan.

“Semua mata uang dipengaruhi oleh tekanan dari apresiasi dolar AS, menyusul adanya sinyal bahwa tingkat dana Fed akan meningkatkan sebelum akhir tahun ini. Ini telah digunakan oleh investor pasar keuangan untuk berspekulasi. Pelemahan rupiah karena investor menggunakan dolar AS sebagai safe haven,” katanya

Menteri lebih lanjut mengatakan bahwa meskipun mata uang di negara-negara berkembang cenderung melemah terhadap dolar AS, nilai tukar rupiah tetap kompetitif terhadap mata uang lainnya, seperti Euro dan dolar Australia.

“Kami melihat bahwa nilai tukar kita terhadap Euro dan dolar Australia relatif lebih baik [daripada terhadap dolar AS]. Ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan bahwa kita tidak harus bergantung pada dolar AS, “kata Bambang.

Sementara itu, Ringgit jatuh ke posisi terendah 17-tahun kemarin karena saham Cina merosot di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. Ringgit telah jatuh lebih dari 8 persen terhadap dolar AS tanggal tahun-ke-dan ditutup pada 3,82. Penurunan Ringgit kemarin mencerminkan bahwa mata uang regional menyusul anjloknya saham Cina, dengan Shanghai Composite Index jatuh 8,5 persen.

(Reshie Fastriadi)