Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Senin Pagi

Nilai Tukar Rupiah Menguat Pada Senin PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan Rupiah antar bank di Jakarta pada sesi penutupan Senin dihargai oleh 46 basis poin menjadi Rp 12.755 per dolar AS, naik dari Rp 12.801 per dolar AS sebelumnya.

“Tindakan profit taking dari pelaku pasar terhadap dolar AS membantu memperkuat rupiah pada sesi perdagangan terakhir,” kata analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong.

Lukman mengatakan apresiasi rupiah didukung oleh sentimen seputar pasar keuangan domestik, yang diharapkan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga.

“Bank Indonesia akan melakukan pertemuan pekan depan mengenai kebijakan moneter masa depan. Ada kesempatan baik bahwa mereka akan memangkas suku bunga sebagai akibat dari proyeksi tingkat inflasi yang rendah, “jelasnya.

Dari faktor eksternal, ia mengatakan bahwa prediksi investor terhadap kenaikan klaim asuransi pengangguran di AS dan penurunan pasar ritel telah melemahkan perdagangan dolar AS di pasar, oleh karena itu, menempatkan tekanan pada mata uang domestik.

“Dalam jangka panjang, rupiah diperkirakan akan menguat karena investor optimis bahwa perekonomian domestik akan tumbuh lebih tinggi dari 5,02 persen yang tercatat pada tahun 2014,” lanjutnya.

Secara terpisah, analis Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan, fundamental ekonomi di Indonesia tetap sehat, ditayangkan optimisme di kalangan investor dan pelaku pasar bahwa produk domestik bruto (GDP) akan meningkat sebesar 5,3 persen menjadi 5,5 persen selama 2015.

Sementara itu, data bank sentral mengungkapkan bahwa rupiah diperdagangkan pada Rp 12.769 per dollar dengan 04:00 pada hari Jumat dari Rp 12.794 per dolar dalam perdagangan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan positif pada hari Senin, naik sebesar 0,58 persen menjadi 5,374.16 poin, mencapai rekor tinggi baru. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 2,27 triliun (US $ 177.060.000) antara sesi makan siang dan penutupan pada hari Jumat, kontan.co.id dilaporkan. Bursa Efek Indonesia (BEI) Data menunjukkan bahwa 138 saham berakhir di hijau, sementara 142 saham melemah dan 102 saham tetap stabil pada 04:00

(Reshie Fastriadi)