Nilai Tukar Rupiah Rebound Pada Rabu Pagi

Nilai Tukar Rupiah Rebound Pada Rabu PagiAnalisaToday – Intervensi di pasar uang Bank Indonesia membantu rupiah “kabur” dari tekanan greenback. Dalam perdagangan kemarin mata uang, rupiah melonjak 59 poin (0,47 persen) menjadi ditutup pada Rp12,331 per dolar AS. Analis Futures Lukman Leong mengatakan bank sentral telah mulai mengambil tindakan dalam menjaga stabilitas rupiah, seperti terlihat dalam penguatan rupiah di tengah volatilitas mata uang Asia lainnya.

OctaFX

“Bank sentral adalah menjaga rupiah menjadi terlalu lemah, untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang menunggu,” ujarnya kemarin.

Namun, Lukman memperkirakan gain rupiah akan singkat, karena BI tidak bisa terus melakukan intervensi. Di sisi lain, kata dia, dolar masih dalam tren naik terhadap mata uang Asia. Penurunan harga minyak dan perlambatan ekonomi China telah memaksa investor global untuk menghindari risiko dan mencari haven greenback. Selama risk appetite pasar rendah, rupiah diperkirakan akan terus depresiasi.

“Hari ini rupiah akan bergerak di kisaran 12.300 sampai 12.350 per dolar AS dengan kecenderungan melemah,” ujarnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus kehilangan tanah sepanjang sesi perdagangan Selasa, sebelum menutup lemah oleh 21,70 poin pada Selasa malam, sejalan dengan downtrend umum dialami oleh bursa-bursa di Asia. IHSG tergelincir lebih lanjut oleh 21,70 poin atau 0,42 persen diperdagangkan pada 5,122.31 poin, sementara Top 45 (LQ45) Indeks sama beringsut lebih rendah 3,31 poin atau 0,38 persen menjadi ditutup pada 880,91 poin..

Selain itu, keputusan Bank Dunia untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,6-5,2 persen pada tahun 2015 mendorong investor menjauh dari pasar Indonesia, investor-banyak dari mereka memilih untuk membongkar saham mereka di tengah ketidakpastian berkembang tentang prospek masa depan Indonesia terutama asing.

Seorang analis untuk HD Capital, Yuganur Wijanarko, mengatakan pelaku pasar bisa mengambil keuntungan dari penurunan harga saham untuk mengakumulasi saham perdana dengan harga yang lebih rendah

“Investor akan melihat koreksi negatif ini ke BEI sebagai kesempatan untuk mengakumulasi saham sebelum Index rebound ke uptrend,” katanya.

Di antara saham yang investor harus mengawasi adalah Bumi Serpong Damai (BSDE), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Waskita Karya (WSKT), dan Wijaya Karya

FBS Markets Inc

(Reshie Fastriadi)