Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 44 Poin Pada Kamis Pagi

Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 44 Poin Pada Kamis PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan Rupiah antar bank di sesi pertama perdagangan Kamis terdepresiasi 44 basis poin menjadi Rp 13.069 per dolar AS dari Rp 13.025 per dolar dalam perdagangan sebelumnya.

“Harapan untuk penguatan rupiah belum terwujud meskipun data tidak menguntungkan pada ekonomi AS,” NH Korindo Securities Indonesia kepala unit penelitian Reza Priyambada mengatakan seperti dikutip kantor berita Antara.

Menurut dia, kekhawatiran di kalangan investor tentang kemungkinan kelesuan pasar domestik merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar rupiah. Reza berharap pemerintah akan mampu secara optimal membelanjakan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan sektor produktif lainnya.

Analis valuta asing dari Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto memprediksi dolar akan menguat secara terbatas, setelah rilis data pada ekonomi AS.

Dia mengatakan bahwa salah satu faktor ekonomi yang mendorong dolar untuk memperbaiki adalah neraca perdagangan pada bulan Maret, yang melonjak menjadi US $ 51400000000 dari $ 35900000000 pada bulan Februari.

“Kelambanan dalam ekonomi AS memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan direncanakan suku bunga Juni mendatang,” katanya.

Selain itu, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA)  Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa pemberi pinjaman swasta diharapkan untuk melihat uptick pinjaman konsumen antara kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

“Secara tradisional, ada peningkatan permintaan mendekati bulan puasa. Kami berharap untuk melihat pola berulang tahun ini, meskipun perekonomian melambat, “katanya.

Menurut Jahja, peningkatan segmen konsumen akan membantu mendorong kinerja kredit secara keseluruhan BCA, terutama karena bank memesan hanya 5,8 persen pertumbuhan tahun-ke-tahun pada kuartal pertama.

“Kami telah menyiapkan beberapa program untuk menarik minat konsumen, termasuk pinjaman otomotif dengan menurunkan suku bunga,” kata dia.

Saat ini, mitra BCA juga dengan anak BCA Finance dan CS Finance pembiayaan otomotif. Baru-baru ini meluncurkan program hadiah mobil baru dengan BCA Finance untuk memacu permintaan, dengan yang terakhir mengklaim untuk menawarkan suku bunga yang sangat rendah.

Segmen konsumen merupakan salah satu segmen kredit utama BCA, terhitung lebih dari 25 persen dari total portofolio kredit dalam tiga bulan pertama 2015. Kredit konsumer juga mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi kedua tahunan selama periode tersebut, setelah komersial dan kecil dan segmen usaha menengah.

(Kikie Aditya)