Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 54 Poin Pada Senin Pagi

Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 54 Poin Pada Senin Pagi

17
0
SHARE

Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 54 Poin Pada Senin PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan rupiah antar bank terdepresiasi sebesar 54 basis poin menjadi Rp 13.114 per dolar AS di sesi perdagangan pembukaan Senin dari Rp 13, 060 per dolar dalam perdagangan sebelumnya.

“Rupiah melemah menjelang pertemuan gubernur Bank Indonesia (BI) akhir pekan ini. Investor menunggu kebijakan pada tingkat BI,” NH Korindo Securities Indonesia kepala unit penelitian Reza Priyambada mengatakan seperti dikutip Antara Kantor berita.

Reza mengatakan bahwa investor juga menunggu data statistik utang luar negeri. Kedua BI rate dan data utang akan diumumkan diharapkan sejalan dengan ekspektasi pasar sehingga rupiah akan memiliki potensi untuk bergerak ke arah yang positif.

Potensi rupiah menguat relatif terbuka menyusul prestasi positif di neraca perdagangan Indonesia, yang berada di surplus US $ 454.400.000 pada bulan April. Pencapaian itu mengangkat harapan peningkatan defisit current account, katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa surplus dalam neraca perdagangan berkurang pesimisme di kalangan investor pada kelesuan ekonomi domestik.

“Gerakan rupiah secara umum masih stabil meskipun menghadapi tekanan akibat tidak adanya kebijakan yang meyakinkan untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Rangga.

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan pihaknya telah mendapatkan US $ 16700000000 di komitmen investasi dari investor China selama forum bisnis yang diselenggarakan di Beijing, Kamis.

“Forum bisnis itu ditujukan untuk memberikan informasi langsung ke pengusaha Cina sehingga mereka bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang potensi investasi dan investasi prosedur di Indonesia,” kata Ketua BKPM Franky Sibarani seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin.

Dia lebih lanjut mengatakan forum itu merupakan bagian dari upaya lembaga untuk meningkatkan realisasi investasi China, yang dianggap tidak optimal di Indonesia.

Franky mengatakan rencana investasi China telah terus meningkat selama lima tahun terakhir, mencapai $ 23300000000. Namun, hanya 7 persen dari total komitmen investasi telah direalisasikan.

“Itu sebabnya BKPM berencana untuk membuka kantor perwakilan di Cina untuk membantu investor Cina menyadari investasi mereka di Indonesia,” kata Franky.

(Reshie Fastriadi)