Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah Pada Jumat Pagi

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah Pada Jumat PagiAnalisaToday – Ekonom dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Agus T Poputra mengatakan rupiah lemah masih akan memberatkan perekonomian negara tersebut pada tahun 2015.

“Rupiah lemah dan defisit transaksi berjalan masih akan menimbulkan hambatan pada pertumbuhan ekonomi,” kata Agus di Jakarta.

Dia mengatakan keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan sejumlah smelter mineral akan menunda pemulihan ekspor. Pemerintah telah membatasi ekspor mineral mentah untuk memaksa perusahaan tambang untuk membangun smelter di dalam negeri.

Ekonomi Indonesias telah diprediksi tumbuh 5,2-5,8 persen pada tahun 2015.

“Meskipun tidak secara langsung dirasakan, melemahnya rupiah telah memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga komoditas terutama makanan dan minuman,” kata Agus.

Rupiah jatuh diikuti pemulihan yang kuat dari ekonomi AS membawa penguatan dolar terhadap mata uang lainnya termasuk rupiah. Importir yang paling terpukul oleh jatuhnya rupiah karena mereka harus lebih keras untuk impor dan menjual komoditas mereka pada harga yang lebih tinggi dalam rupiah.

Perusahaan Indonesia dengan tingkat utang yang tinggi dan importir bahan baku yang paling rentan setelah rupiah anjlok ke level terendah 16-tahun, sementara beberapa eksportir memperoleh manfaat.

Pengembang perusahaan ponsel PT Indosat dan seperti PT Alam Sutera Realty yang memiliki tingkat-utang luar negeri yang tinggi akan menghadapi tekanan laba, seperti yang akan importir seperti pembuat pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia yang bergantung pada penjualan lokal, menurut PT Reliance Securities dan Sucorinvest Asset Management.

 Nilai tukar rupiah jatuh ke penutupan terendah sejak krisis keuangan Asia 1998 pada 15 Desember di tengah aksi jual pasar berkembang didorong oleh penurunan harga minyak, penurunan untuk rubel Rusia dan prospek suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi. Sementara mata uang Indonesia sejak pulih sebagai bank sentral melakukan intervensi, itu masih turun 2,5 persen selama bulan lalu. Nilai tukar rupiah turun 0,2 persen menjadi 12.460 terhadap dolar pada Selasa.

Indeks Harga Saham Gabungan telah meningkat 20 persen tahun ini dan bernilai 14,8 kali proyeksi laba 12-bulan, dibandingkan dengan rata-rata lima tahun dari 13,8.

(Reshie Fastriadi)