Pasar Merespon Hasil Rapat The Fed, Rupiah Cenderung Landai

by

Pasar Merespon Hasil Rapat The Fed, Rupiah Cenderung LandaiFinanceroll – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (2/5) diprediksi melandai. Pasar merespons hasil rapat The Fed dan ECB.  Potensi melandainya laju rupiah Kamis ini salah satunya dipicu oleh pasar yang mengantisipasi pertemuan European Central Bank (ECB) nanti sore. Hasilnya, diekspektasikan bakal memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 0,75% ke 0,50%.Jika suku bunga ECB dipangkas jadi 0,5% penanaman investasi pada mata uang euro menjadi tidak menarik sehingga cenderung memperkuat dolar AS pada sesi Eropa. Karena itu, rupiah berpeluang sideways dengan kecenderungan melemah.  Secara teknikal, support rupiah berada di level 9.720-9.710 dan 9.700 jika ada keajaiban. Nilai  rupiah berpeluang sidways cenderung melemah dalam kisaran 9.700 hingga 9.750 per dolar AS.

Selain itu, pasar masih menunggu rapat penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi antara pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah akan mengkaji kenaikan harga-harga di Indonesia yang ditimbulkan dari kenaikan harga BBM nantinya.  Pemerintah ingin harga BBM bersubsidi naik tapi dana konpensasinya disiapkan dan diperkuat.

Di sisi lain, rupiah tidak akan mengalami pelemabahan banyak. Sebab, jika melihat polanya, setiap ada penguatan rupiah, terjadi tidak signifikan. Begitu juga dengan pelemahan. Salah satunya, Kamis ini tak lagi ada demostrasi sehingga pergerakan pasar kembali normal.  Terlebih, dari sisi dolar AS, rupiah seharusnya menguat. Selain mencermati rapat ECB, pasar juga mencermati pernyataan dari The Fed. Kondisi ini seharusnya menjadi tekanan negatif bagi dolar AS seiring bank sentral AS yang terus berkomitmen untuk melakukan pembelian.

Hasil dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dini hari tadi pasti berpengaruh ke pasar. The Fed diprediksi masih terus mempertahankan kebijakan pembelian asetnya.  Syukur-syukur jika stimulus tersebut ditambah sehingga bisa memicu semakin melemahnya dolar AS. Rupiah pun mendapat momentum yang bagus untuk menguat. Tapi, karena faktor ECB dan harga BBM, rupiah berpeluang melandai.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (1/5) ditutup stagnan di level 9.720-9.725. [geng]