Pasar Merespon Tekanan Ekonomi di China dan Jerman, Rupiah Diperkirakan Melemah

by

Sentimen Negatif dari Siprus Masih Menekan, Rupiah Diprediksi MelemahFinanceroll – Pada perdagangan hari ini, Rabu (24/4) pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan. Pergerakan rupiah akan terhambat, setelah merespons negatif penurunan indeks manufaktur China dan Jerman.

Pada sesi siang, pasar akan mendapatkan sentimen bisnis Jerman yang angkanya sudah diprediksi memburuk dari 106,7 menjadi 106,4.  Kondisi itu  membuat pasar khawatir dengan kondisi ekonomi Jerman. Sebab, Jerman merupakan ekonomi terbesar di zona euro.  Karena itu, rupiah akan sideways dengan kecenderungan melemah dalam kisaran 9.710 hingga 9.740 per dolar AS.

Selain itu, kondisi ini membuat pelaku pasar menjadi pesimistis terhadap upaya pemulihan lebih lanjut di semester I tahun ini. Pelemahan rupiah yang terjadi di awal sesi sempat terbatas karena munculnya sentimen dari dalam negeri tentang kenaikan Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia.

Para pelaku pasar melihat hasil FDI untuk Kuartal I-2013 sebesar 27,2 persen (yoy) menjadi USD 6,7 miliar sebagai sentimen positif. Oleh karena itu pergerakan rupiah sempat melemah namun tertahan. Namun, sentimen tambahan dari pernyataan Presiden Italia terpilih yang baru, Giorgio Napolitano, bahwa ada kemungkinan kemelut politik di Italia masih akan terjadi membuat euro tertekan. [geng]