Pasar Masih Kawatir Situasi di Siprus Rupiah Cenderung Melemah 150x150 Pasar Pantau Perkembangan di Siprus, Rupiah Cenderung KonsolidasiFinancerollNilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (26/3) diprediksi konsolidasi. Pasar masih memantau perkembangan bailout Siprus. Potensi konsolidasinya rupiah Selasa ini karena pasar tetap memantau perkembangan dari bailout Siprus lebih lanjut. Pasar belum mendapatkan kepastian apakah perbankan Siprus akan beraktivitas secara normal Selasa ini atau tidak sesuai yang direncanakan.Jika terjadi banks rush seharusnya dolar AS mengalami sedikit penguatan. Tapi, karena terjadi sesuai waktu Siprus, sentimennya ke rupiah baru akan terasa nanti siang pukul 14.00-an WIB.  Karena itu, rupiah cenderung konsolidasi dan akan bergerak dalam kisaran 9.720 hingga 9.750 per dolar AS.  Peluang konsolidasinya rupiah juga dipicu oleh pasar yang akan menghadapi libur panjang akhir pekan ini baik di Indonesia maupun di negara lain.

Padahal, jika melihat sentimen dari AS, diperkirakan rupiah bisa menguat. Pasalnya, semalam pasar sudah mendapatkan pidato dari Gubernur The Fed Ben Bernanke di London School of Economic and Political Sciences (LSE) semalam yang nadanya cukup dovish.

Dengan sentimen positif dari Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Ken Downey yang akan menyampaikan pidato pagi ini dan sudah diprediksi akan menegaskan nilai tukar dolar Australia yang cukup stabil dan optimisme bank sentral terhadap perekonomian China.  Kondisi ini seharusnya menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Selain itu,  China merupakan mitra dagang utama Australia. Australia pengekspor utama barang komoditas ke China yang jadi penggerak ekonomi negeri Tirai Bambu itu.  Jika ekspor Australia ke China positif, positif juga ekspektasi pasar atas China.  Sebagai informasi,  kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (25/3) ditutup melemah 40 poin (0,409%) ke 9.735-9.740. [geng]