Rupiah dan Suku Bunga BI Sanggup Menahan Laju Impor

by

Rupiah dan Suku Bunga BI Sanggup Menahan Laju ImporAnalisaToday – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis kinerja perdagangan nasional per Februari 2014. Kinerja impor sendiri untuk Februari lalu tercatat mencapai USD13,78 miliar dan ekspor sebesar USD14,57 miliar.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll, angka tersebut mengalami penurunan sebasar 7,58 persen dari bulan sebelumnya dan kurang lebih 9,98 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu.

Kepala BPS mengungkapkan dorongan pengendalian laju impor pada Februari 2014 lebih disebabkan oleh posisi nilai tukar rupiah yang masih relatif tinggi dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

Dalam konfrensi pers di Kantor Badan Pusat Stasitik, kepala BPS menuturkan jika dampak penurunan impor ini dikarenakan nilai tukar yang masih tinggi dan BI rate yang tinggi.

Posisi kedua indikator tersebut mendorong pengendalian harga barang dan jasa yang diperdagangankan Indonesia sepanjang Februari 2014.

Seperti diketahui, nilai tular rupiah dalam dua bulan terakhir menunjukan trend menguat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Rupiah pada perdagangan pagi dibuka pada level Rp11.271 per dolar Amerika Serikat sesuai Kurs Tengah BI.

Selain itu, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir pada Maret kemarin, BI memutuskan tetap mempertahankan besaran suku bunga acuannya pada level 7,5 persen.

(ARP/AT)