Rupiah Diperkirakan Masih Melemah Menantikan Sentimen Positif Lebih Banyak

by

Rupiah Diperkirakan Masih Melemah Menantikan Sentimen Positif Lebih BanyakAnalisaToday – Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan berada pada level Rp 11.185-Rp 11.225 per USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI). Adanya sentimen positif dari data cadangan devisa, nampaknya belum mampu mengangkat rupiah.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll.co.id, data dari internal menunjukkan sentimen positif berupa kenaikan tipis cadangan devisa sebesar USD 326 juta menjadi USD 92,997 miliar. Namun, sepertinya belum cukup kuat mengangkat rupiah. Kali ini laju rupiah melewati target support di Rp 11.190 per USD, hal tersebut dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap makin dekatnya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Padahal, belum tentu pasti The Fed akan benar-benar memutuskan pengurangan stimulus pada pertemuan FOMC dua minggu lagi.  Dalam pertemuan tersebut akan membahas pengurangan stimulus seiring dengan membaiknya data-data ekonomi AS.  Sekadar informasi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan non-delivery forward (NDF) akhir pekan kemarin terlihat menguat.  Kurs rupiah menguat 473 poin atau 4,06 persen.

Merujuk  data Bloomberg, meski kurs rupiah sempat melemah di level Rp 11.725 per USD pada pukul 11.33 tadi, namun akhir pekan kemarin, Jumat (6/9) rupiah  fluktuatif  dengan pergerakan harian di Rp 11.175-Rp 11.730 per USD.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepekan ke depan diperkirakan masih mengalami pelemahan antara Rp 11.100 hingga Rp 11.800.  Pasar masih menunggu kabar dari The Fed yang berencana mengurangi stimulusnya. Karena itu, rupiah masih dalam pelemahan sepekan ke depan.

Selain itu, defisit neraca perdagadangan Indonesia juga masih mempengaruhi anjloknya rupiah. Saya perkirakan rupiah masih di Rp11.100 sampai Rp11.800 per dolar AS. Ini masih melemah ke depannya, dua minggu lagi akan ada pengumuman rencana The Fed mengurangi stimulus.

(ARP/AT)