Rupiah Diperkirakan Melemah

by

Rupiah Diperkirakan MelemahAnalisaToday – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (19/11) diprediksi melemah. Pasar masih belum dapat kepastian kapan tapering  The Fed dijalankan.  Kurs  rupiah Selasa ini berpeluang coba melemah menembus atau menguji resistance atau level terlemah yang terjadi pada 30 September 2013 di level Rp 11.660 per dolar AS.  Pada 13 November angka tersebut sudah ditembus ke Rp 11.670 per dolar AS.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll, pergerakan rupiah masih melemah ke arah tersebut.  Target pelemahan berikutnya adalah Rp 11.700 per dolar AS. Di sisi lain, kalaupun rupiah menguat akan tertahan di level  Rp 11.520-Rp 11.510.  Faktor ketidakpastian tapering The Fed AS dan defisit current account Indonesia masih menjadi tekanan negatif bagi rupiah.  Sebab, di pasar belum ada berita-berita baru yang menggantikannya.

Pasar masih mengacu pada data lama yang menjadi sentimen pasar.  Apalagi, data-data ekonomi Indonesia masih negatif menurut persepsi pasar.  Dari eksternal, kemarin siang memang ada petinggi The Fed, Eric S Rosengren yang memberikan komentar, tapi tidak terlalu jadi penggerak pasar.  Kemudian, nanti pukul 22.00 WIB, William C Dudley, the president of Federal Reserve Bank of New York akan menyampaikan komentarnya.

Selain itu, Charles L Evans, pejabat the Federal Reserve Bank of Chicago dan Gubernur The Fed Ben Bernanke akan menyampaikan pidatonya pada Rabu (20/11/2013) pukul 07.00 WIB.  Lalu, notula Federal Open Market Committee (FOMC) akhir bulan Oktober akan dirilis pada Kamis (21/11) dini hari pukul 02.00 WIB.

Rilis tersebut akan menjelaskan berapa anggota FOMC yang setuju dan menolak tapering dan diskusi apa yang paling menonjol pada Oktober itu.  Sebelum FOMC, James Bullard akan menyampaikan komentarnya dan pada Jumat (22/11/2013) Bullard akan kembali menyampaikan komentar.

Belum jelas bagaimana arah kebijakan tapering dari para petinggi Fed tersebut.  Hanya saja, pekan lalu, Dennis P Lockhart, President and Chief Executive Officer of the Federal Reserve Bank of Atlanta yang mengatakan dengan jelas, bisa saja pada Desember 2013 terjadi tapering.  Meski  demikian, biasanya keputusan petinggi The Fed belum ada yang pasti. Keputusannya pelaksanaan tapering kemungkinan baru akan diambil pada pertemuan FOMC 19 Desember 2013.

Pada FOMC September. Dilihat dari pidato-pidato petinggi The Fed sebelumnya, akan ada tapering pada bulan tersebut.  Kenyataannya, pada September tersebut tidak ada tapering sama sekali. Akhirnya,  apapun yang dikatakan pejabat Fed sebelum rapat FOMC, tidak terlalu signifikan.  Memang akan ada indikasi, tapi belum ada kepastian kapan tapering akan dilaksanakan.  Untuk diketahui,  kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (18/11) ditutup melemah 20 poin (0,17%) ke Rp 11.625-11.640.

(ARP/AT)