Rupiah Diperkirakan Melemeah Menantikan Sentimen Pendukung

by

Rupiah Diperkirakan Melemeah Menantikan Sentimen PendukungAnalisaToday – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (29/8) diprediksi melemah. Keyakinan pasar runtuh atas kondisi makro ekonomi Indonesia.  Potensi pelemahan rupiah hari  ini salah satunya dipicu oleh kemungkinan pasar yang terpengauh oleh kondisi di Suriah yang masih berlanjut. Pasar masih menanti hasil inspeksi dari tim Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atas dugaan pengunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah terhadap warga sipil.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll.co.id, jika terdapat kecemasan lebih lanjut mengenai risiko invansi militer  sekutu ke Suriah, kemungkinan akan memperburuk sentimen.  Karena itu, rupiah cenderung melemah tapi terbatas dalam kisaran Rp 11.080 hingga Rp 10.815 per dolar AS.  Apalagi, saat ini keyakinan pasar runtuh terhadap kondisi di dalam negeri seiring faktor defisit neraca perdagangan.  Ini tampak pada ekonomi riil di mana laju impor tidak seimbang dengan laju ekspor. Sebagian besar, produk-produk yang dikonsumsi masyarakat masih berasal dari impor.

Penyusutan defisit neraca perdagangan, masih banyak diragukan.  Karena itu, faktor runtuhnya keyakinan investor terhadap kondisi dalam negeri masih akan terus memberikan tekanan negatif terhadap rupiah.  Hanya saja diperkirakan pelemahan rupiah akan mulai terbatas.  Tekanan negatif juga datang dari inflasi Agustus ini yang diprediksi masih tinggi. Terutama setelah Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang PS Brodjonegoro memprediksi inflasi melonjak pada kisaran 8-9% pada akhir tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekspektasi tersebut,   kemungkinan terealisasi karena kalau dilihat di sektor riil-nya, harga-harga masih mengalami kenaikan.  Ini akan menyebabkan ancaman inflasi dan respons kebijakan moneter akan kembali menentukan.  Jika nanti terpicu kecemasan dan runtuhnya keyakinan investor terhadap otoritas Indonesia dalam menyikapi gejolak makro ekonomi, tidak tertutup kemungkinan memang terjadi pelemahan signifikan lagi pada rupiah.

Selanjutnya, pasar akan fokus pada data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang diperkirakan masih positif ke 2,2% untuk revisi kedua kuartal II-2013 dari revisi sebelumnya 1,7%. Kondisi ini juga masih menunjang penguatan dolar AS terhadap rupiah.  Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (28/8) ditutup melemah 30 poin (0,27%) ke posisi  Rp 10.930-10.960.

(ARP/AT)