Rupiah Mengalami Penurunan Terdalam Bulan Ini

Rupiah Mengalami Penurunan Terdalam Bulan IniAnalisaToday – Rupiah Indonesia turun paling dalam sebulan setelah keputusan Federal Reserve untuk mengakhiri program stimulus memacu taruhan di jalur untuk menaikkan suku bunga.

The Fed mengutip membaiknya pasar tenaga kerja AS seperti menghentikan pembelian obligasi, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE), yang mendorong dana mengalir ke pasar negara berkembang.

“Keputusan Fed untuk mengakhiri QE menunjukkan hal itu tetap di jalur untuk normalisasi kebijakan moneter,” kata Heru Irvansyah, ekonom PT BNI Securities di Jakarta.

“Hal ini akan menyebabkan pergeseran dana dari emerging market ke AS, yang akan memberikan tekanan pada pasokan dolar.” Lanjutnya.

Nilai tukar rupiah turun 0,6 persen, terbesar sejak 29 September, untuk 12.149 per dolar pada Jumat pagi di pukul 9:31 di Jakarta. Di pasar luar negeri, satu bulan ke depan non-deliverable kehilangan 0,5 persen menjadi 12.215, 0,5 persen lebih lemah dari spot rate darat.

Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan di Jakarta bahwa mata uang AS telah terus menguat terhadap rupiah sejak Kamis pagi.

“Penguatan dolar AS pagi ini telah cukup kuat untuk memberikan sentimen negatif terhadap rupiah hari ini,” katanya.

Zulfirman mengatakan di antara sentimen yang mendorong dolar untuk memperkuat adalah pemastian Federal Reserve AS bahwa pemulihan ekonomi AS ‘akan terus bersama dengan perbaikan kondisi di sektor ketenagakerjaan negara itu.

“Situasi membuat pasar khawatir tentang potensi bahwa kenaikan suku bunga Fed akan terjadi lebih awal dari tahun 2015 sebagaimana mestinya,” kata Zulfirman.

Namun, ia mengatakan bahwa beredar rumor di kenaikan harga BBM bersubsidi sebelum 1 Januari 2015, dapat mengurangi kekhawatiran investor atas defisit neraca Indonesia saat ini.

“Namun, investor lebih memilih untuk tetap berada dalam ‘tunggu dan lihat’ modus, menunggu rilis data ekonomi Indonesia yang akan diumumkan pada 3 November dan mudah-mudahan dapat memberikan arahan lebih lanjut tentang kondisi ekonomi Indonesia,” kata Zulfirman.

Kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah melemah ke Rp 12.165 per dolar AS pada hari Kamis dari Rp 12.163 pada hari Rabu.

(Reshie Fastriadi)