Senin Sore, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp 9.760 / USD

by

Jumat Pagi, Rupiah Bergerak Datar di Level Rp 9.701 USDFinanceroll – Nilai tukar  rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/4) ditutup melemah tipis 5 poin (0,051%) ke 9.760-9.765 dari posisi kemarin 9.755-9.760.  Melandainya laju rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh beredarnya laporan, Bank Sentral Jepang (BoJ) akan segera memulai program pembelian obligasinya pekan ini senilai 7 triliun yen per bulan. Kondisi ini memicu pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS dan akhirnya berdampak negatif pada semua performa mata uang di kawasan Asia termasuk rupiah.Pelaku sasar kaget karena kebijakan tersebut direalisasikan cepat setelah baru diumumkan Kamis (4/4). Investor juga yakin BoJ berkomitmen dengan target untuk mencapai inflasi 2%. Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.765 dengan level terkuat 9.745 dari posisi pembukaan di level 9.750 per dolar AS.

Bagaimanapun rupiah hanya konsolidasi. Data non-farm payrolls AS yang dirilis Jumat (5/4) menegaskan masih rapuhnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat sehingga masih menguatkan ekspektasi akan berlanjutnya program pembelian obligasi The Fed. Non-farm Payrolls AS dirilis hanya bertambah sebanyak 88 ribu untuk Maret 2013.

Angka tersebut, jauh lebih rendah dari publikasi bulan sebelumnya 268 ribu dan lebih rendah dari prediksi 198 ribu. Tingkat pengangguran AS memang turun jadi 7,6% dari 7,7%.  Tapi dengan data non-farm payrolls yang cukup mengecewakan, dapat mengisyaratkan bahwa penurunan tingkat pengangguran AS tidak stabil.

Konsolidasinya rupiah, juga karena data-data yang dirilis Senin ini secara umum negatif.  Tapi, karena kompak negatif pengaruhnya menjagi agak netral bagi rupiah.  Data tenaga kerja AS buruk sehingga seharusnya memperlemah dolar AS, tapi akhir pekan lalu Mahkamah Konstitus Portugal juga menolak sebagian program kebijakan penghematan pemerintah.

Meski BoJ memberikan stimulus yang melemahkan yen dan memperkuat dolar AS, data current account Jepang cukup positif. Neraca lancar Jepang dirilis surplus 637 miliar yen dari publikasi sebelumnya defisit 364 miliar yen.  Jadi, mayoritas sentimen cenderung negatif sehingga rupiah hanya konsolidasi.

Akhirnya,  dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama tapi melemah tipis terhadap euro.  Indeks dolar AS menguat ke 82,65 dari sebelumnya 82,5.  Terhadap euro, dolar AS masih ditransaksikan melemah ke USD 1,3009 dari sebelumnya USD 1,3000 per euro. [geng]