Tingkat Perdagangan Rupiah Melemah Rabu Pagi

Tingkat Perdagangan Rupiah Melemah Rabu Pagi

14
0
SHARE

Tingkat Perdagangan Rupiah Melemah Rabu PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan rupiah antar bank melemah sebesar 10 basis poin menjadi Rp 13.330 per dollar pada sesi perdagangan Rabu dari Rp 13.320 per dolar dalam perdagangan sebelumnya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa rupiah bergerak ke bawah dalam kisaran terbatas, menunjukkan dampak dari krisis utang Yunani, yang tidak terlalu parah terhadap mata uang di negara-negara berkembang.

“Yunani akhirnya gagal untuk membayar hutangnya meskipun masih ada upaya negosiasi untuk bailout. Negosiasi akan diadakan setelah referendum negara pada tanggal 5 Juli 2015,” katanya seperti dikutip kantor berita Antara.

Pengamat pasar valuta asing Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan, rupiah bisa bergerak kembali ke area positif jika data indeks manufaktur, laju inflasi bulanan dan jumlah kunjungan wisatawan adalah positif.

“Investor berharap sinyal positif dari fundamental ekonomi domestik. Hal ini juga diharapkan upaya pemerintah dalam menjaga ekonomi domestik bisa menjadi efektif, sehingga membatasi setiap lonjakan inflasi mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, otoritas pelabuhan milik negara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III telah menyatakan siap untuk melaksanakan peraturan Bank Indonesia (BI) tentang penggunaan wajib rupiah untuk transaksi dalam semua kegiatan pelabuhan unit kerja ‘.

Direktur Keuangan Pelindo III Saefudin mengatakan bahwa untuk menghitung biaya layanan pelabuhan asing, perusahaan akan menggunakan referensi tukar mata uang asing dan nilai tukar BI pada sesi penutupan di hari sebelumnya. Kewenangan juga akan memodifikasi aplikasi untuk merumuskan perhitungan tagihan klaim.

Saefudin menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan direksi dan kesepakatan antara Pelindo I, II, III dan IV, otoritas pelabuhan akan memusatkan masuknya nilai tukar mata uang asing setiap hari dengan menggunakan kurs BI sebagai referensi.

“Dengan demikian, klaim tagihan akan dalam mata uang rupiah,” katanya.

Semua langkah-langkah penyesuaian, lanjutnya, sejalan dengan Peraturan BI No.17 / 3 / PBI / 2015 dan Surat Edaran No.17 / 11 / DKSP / 2015 tentang penggunaan wajib rupiah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai 1 Juli.

(Reshie Fastriadi)