Tingkat Perdagangan Rupiah Melemah Senin Pagi

Tingkat Perdagangan Rupiah Melemah Senin Pagi

7
4
SHARE

AnalisaToday – Tingkat perdagangan Rupiah antar bank di Jakarta melemah sebesar 32 basis poin menjadi Rp 13.351 per dolar AS dari Rp 13.319 per dolar AS di perdagangan sebelumnya. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan rupiah melemah bersama-sama dengan mayoritas mata uang Asia menyusul referendum di Yunani.

“Tekanan Eksternal memaksa rupiah untuk melakukan koreksi. Meskipun dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia terbatas, itu menyebabkan kepanikan di pasar global dan cepat memicu tindakan di pasar domestik,” kata Rangga seperti dikutip kantor berita Antara.

Menurutnya hasil referendum di Yunani, yang menolak proposal dari kreditur bahwa bangsa, akan mengintensifkan potensi krisis likuiditas dan bisa memaksa Yunani keluar dari zona Euro.

Peneliti kepala Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa Yunani akan menjadi salah satu penggerak pasar keuangan global pekan ini. Pasar akan menanggapi komentar oleh para pejabat Eropa di masa depan Yunani.

“Mengatasi ketidakpastian pasar keuangan dan investor menunggu pernyataan dari pemerintah Yunani dan kreditor dalam menanggapi hasil referendum. Situasi ini akan memiliki efek negatif pada pasar keuangan di negara-negara dengan risiko, termasuk Indonesia,” katanya.

Sementara itu, sebuah perusahaan Cina berencana untuk menuntut karyawannya meminta persetujuan untuk denda mereka yang hamil tanpa izin.

“Pekerja wanita hanya menikah yang telah bekerja untuk perusahaan selama lebih dari satu tahun dapat mengajukan permohonan untuk tempat di jadwal perencanaan kelahiran,” tulis koperasi kredit di Jiaozuo, di provinsi tengah Henan.

Berita Portal Paper menerbitkan screen shot dari dokumen, menambahkan perwakilan perusahaan telah mengakui pemberi pinjaman mengirim pemberitahuan ke staf tetapi mengatakan itu hanya draft mencari komentar karyawan.

Pelanggar tidak akan dipertimbangkan untuk promosi atau penghargaan dan insentif mereka dan bonus akhir tahun akan dibatalkan “jika kehamilan mereka sangat mengganggu pekerjaan mereka”, kata kebijakan. Seorang pekerja di sebuah bank yang berbeda di Henan mengatakan kepada surat kabar Global Times bahwa perusahaan mereka meminta staf untuk rencana kehamilan mereka pada awal setiap tahun.

(Reshie Fastriadi)