Beban Pokok Meningkat, Margin Keuntungan Central Omega Resources Tertekan

by

Beban Pokok Meningkat, Margin Keuntungan Central Omega Resources TertekanFinanceroll – Tingkat keuntungan emiten  produsen nikel, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), pada 2012 tertekan karena kenaikan beban dan penurunan harga komoditas. Central Omega mencatat margin yang menurun antara 76 basis poin hingga 1.187 basis poin.

Selain itu, beban pokok Central Omega meningkat hingga 121% akibat kenaikan beban pengangkutan, royalti, dan komisi penjualan.  Selain itu, akibat penerapan Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2012, tahun ini Central Omega harus menanggung bea keluar sebesar 20%.  Meski mengalami kenaikan beban, Central Omega mampu meningkatkan volume penjualan dibanding 2011.

Sementara Kiki Hamidjaja, Direktur Utama Central Omega, mengatakan total produksi bijih nikel tahun lalu sebanyak 2,42 juta ton, naik 68,06% dibanding produksi 2011 sebesar 1,44 juta ton. Penghentian ekspor selama dua bulan yang harus dijalani dalam rangka menunggu selesainya proses izin ekspor untuk mematuhi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 7 Tahun 2012 tidak terlalu menghambat kinerja perseroan.

Untuk diketahui, produksi bijih nikel Central Omega berasal dari tambang milik anak usahanya, PT Mulia Pacific Resources di Morowali, Sulawesi Tengah dan PT Bumi Konawe Abadi di Sulawesi Tenggara.  Central Omega menargetkan volume penjualan tahun ini sebesar 4-5 juta wmt atau naik sebesar 74%-117% dibanding proyeksi realisasi 2012 sebesar 2,4 juta wmt.

Sejalan dengan itu, Johanes Supriadi, Sekretaris Perusahaan Central Omega, mengatakan kenaikan penjualan tersebut untuk memenuhi naiknya permintaan. Untuk kuartal I tahun ini Central Omega sudah mengantongi kuota ekspor dari Kementerian Perdagangan sebesar 1,117 juta wmt.

Sebagai informasi, Sumitomo Metal Mining, produsen nikel terbesar di Jepang memperkirakan tahun ini akan terjadi kelebihan suplai sebesar 60 ribu ton. Kelebihan pasokan ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2011 terjadi kelebihan pasokan sebanyak 22 ribu ton, naik menjadi 40 ribu ton pada 2012. [geng]