Bursa Saham AS, Dow Jones naik, Apple pukul Nasdaq ke area minus

by

Financeroll – Indek saham Dow Jones naik mencatat kinerja kenaikan beruntun dalam lima hari perdagangan ini, dibantu dengan data-data kondisi ekonomi makro AS termasuk masalah klaim pengangguran, sementara jatuhnya saham Apple Inc.telah membuat Indek Nasdaq tersungkur. Indek S&P 500 selamat dari hantaman Apple, karena saham ini hanya menguat 0.01 dalam bursa mereka.

Indek Dow Jones berakhir dengan mencatat kenaikan sebesar 46 poin atau naik 0.3%, ke 13,825.33. Saham Boeing Co. naik 1.4%, memberikan kontribusi bagi kenaikan dalam indek bursa ini, sementara saham Cisco Systems Inc.juga naik.

Masuknya para investor perorangan dalam pengelolaan manajemen investasi telah membuat bursa saham bergairah naik. J.P. Morgan Funds, menyebutkan bahwa data dari Investment Company Institute telah menunjukkan adanya sekitar $13 milyar investasi masuk ke manajemen dalam dua minggu. Banyak investor yang mencoba peruntungan dalam posisi ini dan mereka melihat pasar saham sebagai tempat yang lebih baik.

Sebelumnya indek S&P 500 sempat menyentuh level 1,500 untuk pertama kalinya sejak Desember 2007 bahkan naik hingga ke 1,502.27 sebelum akhirnya menurun kembali. Sepanjang bulan ini, Indek S&P 500 telah menguat dan mencatat kenaikannya sebesar 4.8%. Saham yang memimpin kenaikan adalah Netflix Inc, saham sector ritel yang naik 42% , mencatat kenaikan sebagai saham yang paling banyak kenaikannya sepanjang sejarah S&P 500. Sementara sahanm-saham di sektor teknolog menjadi sektor yang paling terpukul dengan berakhir turun 2%, dipimpin oleh saham Apple.

Kepercayaan pasar mengemuka setelah sebelumnya Legeslatif memberikan persetujuan melanjutkan platform hutang pemerintah AS guna menghindari gagal bayar disaat yang sama memberikan kesempatan bagi Pemerintah AS dan Kongress untuk mencapai kesepakatan dalam pemangkasan anggaran. Hal ini membuat pasar percaya diri dan berani mengambil resiko lebih.

Disisi lain, bursa saham juga mendapat dukungan dari kondisi ekonomi global , dimana aktifitas manufaktur Cina mengalami kenaikan sebagaimana di Zona Euro, Amerika juga demikian. Di Amerika Serikat saja, Januari ini telah menunjukkan kenaikan aktifitas manufaktur yang tertinggi sejak Maret 2011. Data makro ekonomi lainnya, menyatakan klaim pengangguran AS turun 5,000 hingga mencapai 330,000 dalam sepekan hingga 19 Januari. Ini mencatat klaim paling rendah sejak Januari 2008. Indek Conference Board yang mengukur indicator ekonomi AS juga mengalami kenaikan 0.5% di bulan Desember, diatas perkiraan awal pasar.

Para Investor disisi lain merasa kecewa dengan paparan keuangan Apple Inc., yang membuat sahamnya menjadi pemimpin penurunan sector teknologi di bursa S&P 500, setelah sahamnya terpuruk 12%. Ini merupakan hari terburuk mereka sejak September 2008. Penurunan saham Apple ini juga membuat indek Nasdaq minus 23.29 poin atau turun 0.7%, ke level 3,130.38.

Diantara komponen Dow Jones, saham Pfizer Inc. naik 0.8% setelah produsen obat-obatan tersebut melaporkan hasil kajian obat-obatan yang positif. Saham AT&T Inc. dan Microsoft Corp. mengeluarkan laporan keuangan per kuartal menjelang penutupan perdagangan hari ini. Emiten di bursa S&P 500, F5 Networks Inc. naik 4.5% setelah perusahaan itu memaparkan proyeksi keuntungan mereka yang diatas estimasi pasar. (Hqeem)