Harga konsumen naik, inflasi dipercepat;dampak pasca banjir jakarta

by

Financeroll~Inflasi Indonesia dipercepat pada bulan Januari setelah tarif naik dan sebagai banjir terendam wilayah Jakarta dan provinsi lain.

Harga-harga konsumen naik 4,57 persen dari tahun sebelumnya, setelah naik 4,3 persen pada bulan Desember, Biro Statistik mengatakan di Jakarta hari ini. Estimasi median adalah 4,47 persen.

Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga stabil selama hampir satu tahun dan bank sentral tidak perlu bereaksi terhadap banjir dengan kebijakan moneter sebagai dampaknya akan bersifat sementara, Tekanan inflasi akan naik dalam beberapa bulan mendatang di tengah harga listrik yang lebih tinggi dan upah minimum, dan sebagai pelemahan rupiah menimbulkan biaya barang impor.

Inflasi dipercepat karena tarif listrik yang lebih tinggi dan upah minimum, dan juga harga pangan naik pada cuaca buruk bulan lalu.BI kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah karena tekanan inflasi hanya bersifat sementara dan ekonomi membutuhkan stimulus.

Nilai tukar rupiah turun 0,3 persen menjadi 9.765 per dolar di Jakarta. Harga-harga konsumen naik 1,03 persen bulan lalu dari Desember. Inflasi inti 4,32 persen, dibandingkan dengan laju 4,4 persen dilaporkan bulan sebelumnya.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berada di bawah tekanan untuk menaikkan harga bahan bakar dan mengurangi impor minyak sebagai risiko mata uang bertahan dan bertindak menyempit menjelang pemilu tahun 2014. Pemerintah mungkin akan perlu meningkatkan subsidi harga bahan bakar tahun ini, menurut ekonom di Bank of America Corp, Australia & Selandia Baru Banking Group Ltd, Standard Chartered Plc, PT Bank Danamon Indonesia dan Analytics Moody.

Diumumkan pada bulan Januari akan membatasi penggunaan diesel sebagian didanai pemerintah dan akan mengevaluasi biaya energi dalam beberapa minggu ke depan. Berharap pemerintah akan memperhatikan angka inflasi Januari . Pemerintah perlu memantau dan mengendalikan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Ekspor turun 9,8 persen pada Desember, Impor turun 5,6 persen dari tahun sebelumnya, yang mengarah ke defisit sebesar $ 155 juta. Untuk tahun 2012, ekspor turun 6,61 persen dan impor naik 8,02 persen. Defisit perdagangan adalah $ 1630000000 tahun lalu.

Pemerintah akan merilis kuartal keempat angka produk domestik bruto pada 5 Februari. Perekonomian terbesar di Asia Tenggara tumbuh 6,24 persen kuartal terakhir dari tahun sebelumnya, Ekonomi tumbuh 6,17 persen dalam tiga bulan yang berakhir 30 September dari tahun sebelumnya, bertahan di atas kecepatan 6 persen untuk kuartal kedelapan didukung oleh permintaan domestik dan investasi. @rjays*