IHSG, Sepekan Lalu

by

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 104,11 poin atau 2,4% pada pekan ini yang didorong dari sentimen rupiah melemah dan kekhawatiran terhadap ekonomi Amerika Serikat mengingat banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi.

Tertekannya laju bursa domestik dipimpin oleh indeks saham JII sebesar 3,51%, diikuti ISSI sebesar 3,03%, IDX30 sebesar 3,01%, dan LQ45 sebesar 2,92%. Pada pekan kemarin, pergerakan indeks sektoral mayoritas bergerak negatif yang didorong oleh indeks saham aneka industri yang melemah 6,09%, indeks perkebunan melemah 4,63%, dan indeks manufaktur sebesar 3,58%. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pekan ini, investor asing melakukan aksi beli mencapai Rp 1,27 triliun. Namun menjelang akhir pekan ini, investor melakukan aksi jual senilai Rp 490,2 miliar.

Sebagai informasi, pada perdagangan saham Jumat (11/1), IHSG ditutup melemah 11,45 poin atau 0,26% ke level 4.305,91. IHSG bergerak di level 4.301,49-4.341,76. Nilai perdagangan saham mencapai Rp 4,58 triliun dengan volume perdagangan saham 3,66 miliar saham.

Ketika IHSG telah mencapai level tertinggi mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi jual. Terlebih IHSG dinilai telah memasuki area overbought sehingga berpeluang koreksi. Selain itu, sentimen negatif datang dari rupiah yang melemah pada pekan ini. Pelemahan rupiah kian dalam turut mempengaruhi penilaian pelaku pasar terhadap kinerja emiten, terutama untuk emiten yang memiliki eksposur utang dalam bentuk USD

Rencana the Fed memberhentikan pembelian obligasi dan perkiraan stimulus China akan berkurang karena kenaikan inflasi juga memberikan sentimen negatif terhadap indeks saham. Sementara itu, sektor aneka industri berada di weakening quadrant. Sedangkan sektor saham yang berada di wilayah potensi naik seperti kontruksi, properti, infrastruktur dan perbankan.

Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap Dollar AS akan memberikan dampak negatif pada industri yang berorientasi impor serta memiliki eksposur utang dalam kurs dolar dengan penjualan dalam rupiah, seperti aneka industri dan perdagangan. Diproyeksikan IHSG akan berada di rentang support 4.260-4.307 dan resistance 4.325-4.370 pada pekan depan. [geng]