IPO Ditunda, Pos Indonesia Segera Revisi Anggaran Belanja Modal

by

Financeroll – Perusahaan layanan jasa logistik milik negara, PT Pos Indonesia (Persero) akan merevisi anggaran dana belanja modal (capex) menyusul tidak disetujuinya penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) oleh pemerintah.

Selain itu, Pos Indonesia diketahui sudah menganggarkan capex sebesar Rp 873,365 miliar. Dana tersebut rencananya untuk investasi anak perusahaan sebesar Rp 580 miliar, investasi properti sebesar Rp 10,5 miliar, serta alokasi untuk aset tetap Rp 235,687 miliar.

Sementara itu, Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana, megatakan, IPO perusahaan tidak jadi, sehingga akan merevisi ulang belanja modalnya. Nanti akan dirapatkan kembali dengan pemegang saham (Kementerian BUMN).

Di sisi lain, untuk memperkuat pangsa pasar Pos Indonesia di dalam maupun luar negeri, investasi tersebut juga digunakan untuk mengembangkan usaha logistik dengan mengakuisisi salah satu perusahaan di bidang logistik. Target Pos Indonesia adalah perusahaan yang sudah punya market luas, tidak dalam negeri saja, tapi luar negeri juga, seperti China, Malaysia, dan Singapura. Jika menjadi bagiannya akan menjadi perusahaan besar.

Sebelumnya, Pos Indonesia ingin mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Kementerian BUMN, demi pengembangan perusahaannya. Permintaan tersebut ditolak karena melakukan saham perdana IPO pada tahun ini. Untuk transformasi diperlukan dana yang besar, maka dari itu kebutuhan dana dibicarakan kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pinjaman lunak atau PMN. [geng]