Jokowi Siap Lanjutkan Rencana Ekonomi Serta Saham Yang Terbengkalai

Jokowi Siap Lanjutkan Rencana Ekonomi Serta Saham Yang TerbengkalaiAnalisaToday – Tiga tahun yang lalu, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan masterplan ambisius untuk menciptakan enam koridor ekonomi di seluruh Indonesia dan menjadikan Indonesia salah satu dari 10 negara di dunia dalam bidang koridor ekonomi.

Tapi dengan SBY akan mundur pada 20 Oktober, ada pertanyaan mengenai apakah rencana itu akan memudar ke dalam ketidakjelasan.

Presiden terpilih Joko Widodo dan penasihatnya telah menempatkan beberapa keraguan ini untuk beristirahat dalam beberapa hari terakhir.

Mereka mengatakan akan melanjutkan bagian dari rencana tersebut, secara resmi disebut Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi, yang sejalan dengan visi pemerintah baru.

Ini termasuk fokus pada sektor maritim dan pelabuhan, angkutan umum, dan perhatian yang lebih besar provinsi terbelakang seperti Papua.

Jokowi berharap untuk meluncurkan proyek-proyek kereta api di pulau-pulau terluar, dan daging sapi sampai angkutan umum di kota-kota besar. Chairul Tanjung, Menteri Koordinator Perekonomian, mengatakan kontinuitas dalam pembangunan jangka panjang merupakan prasyarat bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.

Setelah bertemu Rabu lalu, Rini Soemarno, kepala tim transisi Jokowi, bertemu SBY di halaman yang sama.

“Filosofinya adalah sama, naik level, bagaimana orang bisa mendapatkan keuntungan dari pembangunan. Kami akan melanjutkan program-program yang bekerja dengan baik, dan mereka yang tidak bekerja dengan baik, kita akan baikan,” kata dia.

Dia juga berharap untuk memulai proyek-proyek kereta api di pulau-pulau terluar Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Ignasius Jonan, kepala operator kereta api milik negara Kereta Api Indonesia, mengatakan ia telah menyarankan pemerintah baru Pastikan kereta api meluas ke masing-masing lima pulau besar.

Yang menambahkan sampai hampir tiga kali lipat jaringan sepanjang 5,500km saat ini yang hanya melayani Jawa dan Sumatera.

Sarwono Kusumaatmadja, mantan menteri kelautan dan perikanan, mengatakan fasilitas akan menciptakan lapangan kerja di sektor-sektor seperti pariwisata atau perikanan juga harus dikembangkan terkait kereta api dan laut yang akan segera di bangun.

“Konektivitas yang kita bangun kemudian akan relevan.” Ucap Sarwono pada awak media.

(Reshie Fastriadi)