Laba PT Holcim Kian Merosot, 2 Jagoan Semen Untung Besar.

Laba PT Holcim Kian Merosot, 2 Jagoan Semen Untung Besar.AnalisaToday – Laba bersih di Holcim Indonesia, produsen semen terbesar ketiga di Indonesia, tergelincir dalam enam bulan pertama di tahun ini sebagai perusahaan yang tengah berjuang untuk mengatasi meningkatnya biaya produksi.

OctaFX

Laba Holcim turun 3,8 persen dari tahun ke tahun menjadi Rp 449.000.000.000 ($ 38.800.000) pada periode Januari-Juni yang sebelumnya berada di angka Rp. 467 miliar. Hasil ini menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu (28/7)

Meskipun penjualan bersih selama enam bulan naik 10 persen menjadi Rp 4.93 triliun dan harga pokok penjualan tumbuh 13 persen menjadi Rp 3,5 triliun, produsen Holcim menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan permintaan biaya produksi serta upah yang lebih tinggi.

Beban usaha, yang meliputi distribusi, penjualan dan biaya umum, juga diperluas 16 persen mencapai Rp 728 miliar dari yang sebelumnya Rp 628 miliar pada tahun lalu.

Holcim Indonesia dikendalikan oleh Grup Holcim yang berbasis di Swiss, mengoperasikan dua pabrik semen – di Narogong, Jawa Barat, dan di Cilacap, Jawa Tengah – serta fasilitas penggilingan semen di Ciwandan, Banten, dengan total kapasitas 9.1 juta metrik ton semen.

Indocement Tunggal Prakarsa, perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia, membukukan kinerja yang lebih menggembirakan, penggarukan keuntungan sebesar Rp 2,5 triliun pada semester pertama 2014, dan naik 2,4 persen dari Rp 2,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan Indocement, yang melonjak 6,7 persen menjadi Rp 9,5 triliun dari Rp 8,9 triliun.

Sementara itu, produsen semen terbesar nasional, Semen Indonesia, melaporkan kenaikan 9,3 persen dari labanya menjadi Rp 2,82 triliun dari yang sebelumnya Rp 2,58 triliun pada tahun lalu.

Para pengamat mengatakan perusahaan semen ini berdiri untuk mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah, termasuk pembangunan jalan, bandara dan pelabuhan laut.

Menurut data yang diberikan oleh Semen Indonesia, penjualan semen biasanya digunakan untuk menunjukkan aktivitas ekonomi, diperluas 4 persen dari tahun ke tahun menjadi 28,9 juta ton pada semester pertama di tahun ini, dari 27,8 juta ton.

Badan Pusat Statistik di Indonesia (BPS) akan mengumumkan di kuartal kedua angka pertumbuhan ekonomi pada awal bulan depan.

FBS Markets Inc

(Rahmat Hidayat)