Penjualan Melambat, Laba Bersih Mandom Indonesia Tertekan Hingga 19,16%

by

Penjualan Melambat, Laba Bersih Mandom Indonesia Tertekan Hingga 19,16Financeroll– Emiten produsen  perlengkapan kosmetik, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID), meraih penjualan sebesar Rp 458,3 miliar sepanjang kuartal I 2013, turun 7,67% dibanding kuartal I tahun lalu Rp 496,4 miliar. Penurunan tersebut menekan laba kotor, laba usaha, dan laba bersih perseroan secara tahunan di kuartal I 2013.

Menurut, Takeshi Hibi, Presiden Direktur Mandom, dalam keterangan tertulisnya, penurunan penjualan diakibatkan semakin ketatnya persaingan di pasar, serta adanya bencana banjir yang sempat melanda di awal tahun.   Bencana banjir menganggu jalur distribusi produk serta daya beli masyarakat.

Selain itu, laba kotor perseroan tertekan 9,94% secara tahunan menjadi Rp 156,22 miliar di kuartal I tahun ini, dibanding kuartal I 2012 Rp 173,48 miliar. Sementara laba usaha Mandom turun 23,82% menjadi Rp 49,19 miliar. Penjualan yang turun juga menjadikan laba bersih perseroan sepanjang kuartal I tahun ini lebih rendah 19,16% dibanding kuartal I tahun lalu, menjadi Rp 38,79 miliar.

Di sisi lain, perseroan tetap menargetkan penjualan tahun ini tumbuh double digit, atau di atas 10% dibanding realisasi penjualan tahun lalu Rp 1,85 triliun.  Mandom telah mempersiapkan sejumlah produk baru dan renewal untuk mendukung pertumbuhan penjualan tahun ini.

Di segmen perawatan kulit, Mandom bersaing antara lain dengan dua emiten kosmetik lokal yakni PT Martina Berto Tbk (MBTO) dan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT). Tahun ini, kedua emiten tersebut menargetkan penjualan naik masing-masing 15%-30% dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu, menurut direksi perseroan. Pertumbuhan penjualan ditopang kenaikan permintaan di pasar domestik, baik di segmen kosmetik dan jamu.

Menurut Takeshi, untuk mendukung pertumbuhan penjualan di tahun-tahun mendatang, perseroan  juga menyiapkan ekspansi masa depan dengan membangun kantor dan pabrik baru di Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi di tahun 2015, dengan proyeksi kapasitas produksi naik 59,79% dari 970 juta pieces per tahun menjadi 1,55 miliar pieces per tahun. [geng]