Pre Opening: Meski Profit Taking Masih Membayangi, IHSG Berpotensi Menguat

by

Pre Opening Meski Profit Taking Masih Membayangi, IHSG Berpotensi MenguatFinanceroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini mengalami penurunan menuju area oversold. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.320-4.353 dan resistance 4.415-4.444. IHSG kali ini tidak dapat menunjukkan potensi penguatannya setelah terkena aksi profit taking.

Meski demikian, IHSG dapat mencoba menguat hari ini, seiring dengan penguatan indeks saham dunia. Penahan aksi beli investor Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dapat berasal dari mata uang Rupiahyang sangat berfluktuasi pergerakannya sepanjang Januari.

Sementara itu bursa saham Eropa berbalik arah positif setelah beredar ekspektasi rilis kinerja dari Alcoa sehingga memberikan tidak begitu suramnya outlook perusahaan-perusahaan tambang, khususnya di Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, bursa saham AS diharapkan dapat positif dengan adanya rilis kinerja dari salah satu emitennya yang positif sehingga dapat berimbas positif pula pada perkiraan kinerja emiten-emiten lainnya. Sentimen positif ini dapat menghalau kabar negatif dari penurunan produksi industrial bulanan Jerman, stagnannya GDP kuartalan Eropa, dan masih negatifnya trade balance Inggris.

Bila kondisi ini dapat terjadi maka diharapkan dapat memberikan sentimen positif pada bursa saham Asia besok, begitu pun dengan IHSG yang dapat tertahan penurunannya. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Sebagai informasi, sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.411,77 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.349,79 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.362,93. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik.

Adapun untuk harga komoditas antara lain: Minyak Brent USD 111,8 / barel (-0,16%), Emas USD 1.654,0 / troy ons (-0,19%), Nikel USD 17.488,0 / metrik ton (+1,32%), Batubara USD 93,7 / ton (0,27%), dan CPO RM 2.412,0 / ton (0,92%).

Untuk kurs rupiah terhadap sejumlah mata uang asing: Dolar Amerika Serikat: Rp 9.769 (-1,09%), Poundsterling: Rp 15.470 (0,34%), Euro: Rp 12.611 (0,29%), Dolar Australia: Rp 10.146 (0,16%), dan Yen: Rp 110,0 (0,43%). [geng]