Sektor Tambang Mendorong Laju IHSG

Sektor Tambang Mendorong Laju IHSGLaju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada awal perdagangan saham di hari ini.

OctaFX

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (21/2/2017), IHSG naik tidak tebal 4, 32 poin atau juga 0, 08 % ke level 5. 363, 61. Penguatan IHSG berlanjut pada pembukaan jam 09. 00 WIB. IHSG naik 7, 014 poin atau juga 0, 13 % ke level 5. 366, 3.

Ada sejumlah 90 saham menguat hingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedang 42 saham melemah dan juga menghimpit IHSG. Diluar itu, 85 saham yang lain diam ditempat.

IHSG pernah ada di level paling tinggi 5. 369, 8 dan juga paling rendah 5. 363, 61. Keseluruhan frekwensi perdagangan saham sekitaran 3. 342 kali dengan volume perdagangan 228, 4 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 91, 4 miliar.

Investor asing lakukan tindakan jual bersih sekitaran Rp 10, 9 miliar di pasar reguler. Posisi dolar AS ada di kisaran Rp 13. 363.

Dengan cara sektoral, beberapa besar bidang menguat, cuma satu bidang yang melemah yakni industri basic.

Bidang pertambangan naik 0, 83 % dan juga membukukan penguatan paling besar. Disusul lalu bidang pertanian yang naik 0, 34 % dan juga bidang konsumer yang menguat 0, 17 ersen.

Mengenai saham yang menguat diantaranya MTFN naik 3, 85 % ke level Rp 54 per saham, saham ASBi mendaki 5, 43 % ke level Rp 388 per saham, dan juga HRUM menanjak 2, 97 % ke level Rp 2. 090 per saham.

Sedang saham-saham yang tertekan diantaranya saham APII turun 7, 77 % ke level Rp 190 per saham, saham JPFA susut 18, 4 % ke level Rp 184 per saham, dan juga saham PNIN turun 1, 84 % ke level Rp 1. 965 per saham.

Terlebih dulu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menjelaskan, pola gerakan IHSG tampak bergerak di rentang konsolidasi. Laju IHSG belum dapat tembus level resistance yang bisa geser konsolidasi ke arah tambah baik. Diluar itu, aliran dana investor asing yang masihlah keluar dari pasar saham akan pengaruhi IHSG.

Belum menguatnya nilai tukar rupiah pada dolar Amerika Serikat, dan juga masihlah berfluktuasinya harga komoditas masihlah bakal memberi dampak pada pola gerak IHSG.

Ia menjelaskan, IHSG bakal bergerak di kisaran 5. 336-5. 417 pada Selasa minggu ini. Disamping itu, dalam penelitian PT Bahana Securities memprediksi IHSG condong melemah terbatas. IHSG bakal bergerak di kisaran 5. 350-5. 415.

Hal seirama disebutkan Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi. Ia menjelaskan, IHSG masihlah rawan desakan tindakan jual. IHSG bakal bergerak di kisaran 5. 330-5. 400.

FBS Markets Inc

Dengan cara teknikal, IHSG bergerak konsolidasi dengan gerakan yang melemah. Pola gerakan IHSG masihlah memberikan indikasi desakan sampai jadi level dukungan di level 5. 330.