Tunda Pembelian Lahan, Yanaprima Hastapersada Pangkas Anggaran Belanja Modal

by

Tunda Pembelian Lahan, Yanaprima Hastapersada Pangkas Anggaran Belanja ModalFinanceroll – Emiten produsen plastik kemasan, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), menganggarkan belanja modal sebesar Rp 40 miliar pada 2013, turun 33,33% dibanding realisasi belanja modal tahun lalu sebesar Rp 60 miliar.  Pengurangan  anggaran antara lain disebabkan oleh penundaan rencana pembelian lahan.

OctaFX

Sementara itu, Rinawati, Direktur Keuangan Yanaprima, mengatakan,  pada 2013, alokasi belanja modal lebih rendah dari rencana semula sebesar Rp 70 miliar. Hal itu dikarenakan adanya penundaan pembelian lahan karena belum diperolehnya izin dari pemegang saham karena permintaan pasar sedang lesu.

Tahun lalu,  perseroan telah menyelesaikan ekspansi lahan produksi di pabrik Sidoarjo, Jawa Timur.   Sekitar 20%-25% dari total dana belanja modal tahun ini akan diambil dari kas internal.  Sementara 80%-75% dana belanja modal berasal dari pinjaman perbankan, yaitu dari Exim Bank.

Selain itu, belanja modal tahun ini akan dialokasikan untuk pembelian mesin penunjang produksi, seperti mesin benang dan mesin laminasi. Tambahan mesin tersebut diharapkan dapat mendorong produksi menjadi lebih optimal, khusunya di lini produksi kantong semen.

Untuk diketahui, perseroan  merupakan produsen plastik kemasan yang digunakan untuk kemasan barang-barang komoditas pertanian seperti beras, gula, pupuk dan semen. Total kapasitas produksi saat ini mencapai 20 ribu ton kemasan per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 24 ribu ton per tahun di tahun ini.

Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan penjualan bersih Rp 500 miliar, tumbuh 21% dari realisasi penjualan tahun lalu Rp 413 miliar. Dari proyeksi tersebut, perseroan  menargetkan laba bersih naik tipis 3% menjadi Rp 17 miliar dari Rp 16,5 miliar di tahun lalu.  Pada akhir tahun lalu perseroan telah menandatangani memorandum of understanding untuk memasok kantong semen 1 ply dengan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) senilai Rp 40 miliar. [geng]

FBS Markets Inc

Sumber berita : financeroll.co.id