Menyikapi kasus yang viral belakangan ini tentang kejadian kasus pelecehan seksual sejenis yang diduga dilakukan SAM yang juga dikenal tokoh agama. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) meminta agar diambil tindakan dan hukuman keras pada terduga pelaku apabila terbukti.
“Kami prihatin atas kasus ini, mengingat terduga pelaku adalah juga tokoh panutan umat. Kami minta aparat hukum bertindak secara profesional, jangan kasih hati perilaku homo di negara ini” tegas Ahmad Daud, wakil ketua umum PP GPI.
“Sebenarnya kan secara UU, sudah ada tentang perlindungan anak bagaimana pencegahan penyimpangan seksual ini. Tapi pemerintah terkesan hanya buat peraturan tapi tidak ada kepedulian yang berarti” terang aktifis asal Sumatera Utara ini.
“Lihat saja sekarang, perilaku boti semacam diberikan panggung di media. Alasannya itu cuma tayangan. Memang tidak ada ide yang sehat lagi untuk ditampilkan ke masyarakat. Harusnya Kominfo dan Komnas Anak tegas tentang hal ini. Tapi kita lihat sekarang kan tidak demikian” lanjut alumni pengurus BEM Fakultas Ushuluddin IAIN/UIN Sumut ini.
“Tayangan-tayangan perilaku keboti-botian di tv dan medsos inilah penyebab homoseksual jadi makin membesar. Kita bersikap permisi akhirnya mereka merasa aman aja” ujar alumni PII ini.
“Mana ada hubungan sejenis itu normal. “Lagi pedang” itu tanda seseorang sakit jiwa. Allah ciptakan Adam dan Hawa bukan Budi dengan Anto. Pemerintah daerah juga harus aktif memberantas prilaku keboti-botian” tutup aktifis muda ini. (Ad84)





